Tipe order dalam trading adalah instruksi yang diberikan trader kepada broker untuk menentukan bagaimana dan kapan sebuah transaksi dibuka atau ditutup. Pemilihan jenis order yang tepat membantu trader mengatur strategi entry, mengelola risiko, dan menyesuaikan transaksi dengan kondisi pasar.
Dalam trading CFD, tiga kelompok utama jenis order dalam trading yang paling sering digunakan adalah market order, limit order, dan stop order. Market order mengutamakan kecepatan eksekusi. Sementara itu, limit order dan stop order memberikan kontrol lebih besar terhadap harga atau kondisi tertentu sebelum transaksi dilakukan.
Selain itu, terdapat variasi lain seperti stop-limit order, stop-loss, take-profit, dan trailing stop yang membantu trader mengatur posisi secara lebih fleksibel. Memahami perbedaan setiap tipe trading order penting agar trader dapat memilih metode eksekusi yang sesuai dengan tujuan dan kondisi pasar.
Poin-Poin Penting
- Tipe order dalam trading terbagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu market order, limit order, dan stop order. Masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam menentukan kapan dan pada harga berapa transaksi dilakukan.
- Market order mengutamakan kecepatan eksekusi, sedangkan limit order dan stop order memberikan kontrol lebih besar terhadap harga. Namun, order yang menunggu level tertentu memiliki kemungkinan tidak tereksekusi jika kondisi pasar tidak sesuai.
- Stop-loss, take-profit, dan trailing stop membantu trader mengelola posisi secara otomatis, tetapi tidak menghilangkan risiko. Pada kondisi pasar yang sangat cepat atau terjadi gap harga, harga eksekusi dapat berbeda dari level yang direncanakan.
Apa Itu Order dalam Trading?
Order dalam trading adalah instruksi yang diberikan trader kepada broker untuk menentukan bagaimana sebuah transaksi dibuka atau ditutup. Setiap order memiliki aturan berbeda, terutama terkait harga eksekusi dan kapan order akan dijalankan.
Konsep dasar ini berlaku di berbagai instrumen seperti forex, indeks, komoditas, dan share CFD. Dengan memahami cara kerja setiap jenis order, trader dapat memilih metode yang sesuai, apakah ingin masuk pasar secepat mungkin atau menunggu harga tertentu tercapai.
Secara umum, terdapat tiga kelompok utama order dalam trading:
- Market order: Order yang langsung dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia di pasar saat itu. Jenis order ini mengutamakan kecepatan dibandingkan kepastian harga tertentu.
- Limit order: Order yang hanya akan dieksekusi pada harga yang telah ditentukan atau harga yang lebih baik. Jenis order ini memberi kontrol lebih besar terhadap harga, tetapi ada kemungkinan tidak tereksekusi jika pasar tidak mencapai level tersebut.
- Stop order: Order yang menjadi aktif ketika harga mencapai level pemicu tertentu, lalu biasanya berubah menjadi market order untuk dieksekusi.
Pada sebagian besar platform trading, order ini tersedia dalam bentuk market order atau pending order. Pending order mencakup beberapa variasi seperti buy limit, sell limit, buy stop, dan sell stop, yang memungkinkan trader merencanakan transaksi sebelum harga mencapai level tertentu.
Menurut U.S. Financial Industry Regulatory Authority (FINRA), broker biasanya akan mengeksekusi instruksi sebagai market order kecuali trader memberikan jenis instruksi lain [1].
Tipe-Tipe Order dalam Trading
a. Market Order
Market order adalah jenis order yang digunakan untuk membeli atau menjual aset secepat mungkin pada harga terbaik yang tersedia di pasar saat order dikirim. Jenis order ini mengutamakan kecepatan eksekusi dibandingkan mendapatkan harga tertentu sehingga sering digunakan ketika trader ingin segera masuk atau keluar dari posisi.
Pada market order, harga eksekusi mengikuti kondisi pasar saat itu. Buy market order biasanya dieksekusi berdasarkan harga ask (harga jual yang tersedia di pasar), sedangkan sell market order biasanya dieksekusi berdasarkan harga bid (harga beli yang tersedia di pasar).
Kelebihan utama market order adalah kemungkinan eksekusi yang lebih cepat. Namun, trade-off-nya adalah trader tidak dapat memastikan harga eksekusi secara tepat sebelum transaksi selesai. Jika harga bergerak cepat antara saat order dikirim dan saat dieksekusi, perbedaan harga tersebut disebut slippage.
Slippage biasanya lebih kecil pada instrumen dengan likuiditas tinggi dan spread yang lebih rendah. Sebaliknya, pada kondisi volatilitas tinggi atau pasar dengan likuiditas terbatas, harga eksekusi dapat berbeda lebih jauh dari harga yang terlihat sebelumnya.
Sebagai referensi, market order pada saham umumnya dieksekusi selama jam perdagangan reguler. Untuk saham AS, sesi utama berlangsung dari pukul 09.30 hingga 16.00 Eastern Time. Order yang dikirim ketika pasar tutup biasanya akan menunggu hingga sesi berikutnya dibuka. Harga pembukaan tersebut dapat berbeda dari harga penutupan sebelumnya [1].
b. Limit Order
Limit order adalah jenis order yang memungkinkan trader menentukan harga tertentu sebelum membeli atau menjual aset. Order hanya akan tereksekusi jika pasar mencapai harga yang telah ditentukan atau memberikan harga yang lebih baik.
Berbeda dengan market order yang mengutamakan kecepatan eksekusi, limit order memberikan lebih banyak kontrol terhadap harga transaksi. Namun, trade-off-nya adalah tidak ada jaminan bahwa order akan berhasil dieksekusi jika harga pasar tidak pernah mencapai level yang ditentukan.
Dalam trading, terdapat dua jenis limit order yang paling umum:
- Buy limit: Order beli yang ditempatkan di bawah harga pasar saat ini. Trader menggunakannya ketika berharap harga turun terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian.
- Sell limit: Order jual yang ditempatkan di atas harga pasar saat ini. Trader menggunakannya ketika berharap harga naik terlebih dahulu sebelum melakukan penjualan.
Contohnya, CFD EUR/USD sedang diperdagangkan pada harga 1.1000. Anda ingin membeli hanya jika harga turun ke level yang lebih rendah sehingga memasang buy limit order pada 1.0950. Order tersebut akan tetap menunggu hingga harga mencapai 1.0950 dan kemudian dieksekusi pada harga tersebut atau lebih baik.
Jika harga EUR/USD tidak pernah turun ke 1.0950 dan langsung bergerak naik, order tidak akan tereksekusi.
Contoh ini bersifat hipotetis dan hanya untuk tujuan ilustrasi. Contoh ini tidak mencerminkan hasil trading aktual atau pengalaman klien yang sebenarnya.
Keterbatasan utama limit order adalah kemungkinan kehilangan peluang transaksi. Trader dapat memiliki rencana entry yang tepat, tetapi jika harga tidak mencapai level yang ditentukan, posisi tidak akan terbuka.
Memahami perbedaan penggunaan buy limit dan sell limit order membantu trader memilih kapan harus mengutamakan kontrol harga dan kapan lebih membutuhkan kecepatan eksekusi.
c. Stop Order
Stop order adalah jenis order yang menjadi aktif ketika harga mencapai level pemicu (stop price) yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah level tersebut tercapai, stop order biasanya berubah menjadi market order dan dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia saat itu.
Berbeda dengan limit order yang menunggu harga tertentu, stop order digunakan ketika trader ingin transaksi terjadi setelah pasar bergerak ke arah tertentu. Buy stop biasanya ditempatkan di atas harga pasar saat ini untuk mengikuti potensi kenaikan harga. Sementara, sell stop biasanya ditempatkan di bawah harga pasar saat ini untuk mengikuti potensi penurunan harga [2].
Trader sering menggunakan stop order untuk dua tujuan utama:
- Mengikuti breakout: membuka posisi ketika harga berhasil menembus level tertentu.
- Mengelola risiko: menutup posisi secara otomatis ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi yang dimiliki.
Namun, karena stop order berubah menjadi market order setelah aktif, harga eksekusi tidak selalu sama dengan level pemicu. Dalam kondisi pasar yang bergerak sangat cepat atau terjadi gap harga, order dapat tereksekusi pada harga yang berbeda dari yang direncanakan, sehingga berpotensi mengalami slippage [1].
Dua variasi stop order yang sering digunakan untuk memberikan kontrol tambahan adalah:
d. Stop-Limit Order
Stop-limit order menggabungkan fitur stop order dan limit order. Ketika harga mencapai level stop, order tidak langsung berubah menjadi market order, tetapi akan membuat limit order pada harga yang telah ditentukan.
Keuntungannya adalah trader memiliki kontrol lebih besar terhadap harga maksimum atau minimum yang dapat diterima. Namun, risikonya adalah order bisa tidak tereksekusi jika harga bergerak melewati level limit terlalu cepat.
Contohnya, trader dapat menetapkan stop price untuk mengaktifkan order, lalu menentukan limit price sebagai batas harga eksekusi yang masih dapat diterima.
e. Trailing Stop Order
Trailing stop order adalah jenis stop order yang bergerak mengikuti harga ketika posisi bergerak sesuai arah yang diharapkan. Trader dapat menentukan jarak tertentu, misalnya 50 pips dari harga saat ini, lalu level stop akan mengikuti pergerakan harga tanpa perlu diubah secara manual.
Tujuan trailing stop adalah membantu mengunci potensi keuntungan sambil tetap memberikan ruang bagi harga untuk bergerak. Namun, seperti jenis order lainnya, trailing stop tidak menjamin harga eksekusi tertentu ketika pasar bergerak sangat cepat atau mengalami gap.
f. Stop-Loss dan Take-Profit Order
Stop-loss dan take-profit order adalah jenis order yang digunakan untuk mengelola posisi yang sudah terbuka, bukan untuk membuka posisi baru.
Stop-loss order secara otomatis menutup posisi ketika harga bergerak mencapai batas kerugian yang telah ditentukan. Tujuannya adalah membantu membatasi potensi kerugian tanpa trader harus memantau pasar secara terus-menerus.
Sebaliknya, take-profit order menutup posisi secara otomatis ketika harga mencapai target keuntungan yang telah ditentukan. Order ini membantu mengamankan profit sebelum harga berpotensi bergerak berlawanan arah.
Dalam trading CFD, kedua order ini menjadi bagian penting dari manajemen risiko karena instrumen CFD umumnya menggunakan leverage. Leverage dapat memperbesar potensi keuntungan maupun kerugian sehingga pergerakan harga yang relatif kecil melawan posisi Anda dapat berdampak besar terhadap saldo dan margin.
Namun, stop-loss tidak memberikan perlindungan tanpa batas. Ketika harga mencapai level stop-loss, order biasanya berubah menjadi market order dan dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia. Dalam kondisi volatilitas tinggi atau ketika terjadi gap harga, harga exit dapat berbeda dari level stop-loss yang telah ditetapkan akibat slippage.
Karena itu, stop-loss dan take-profit sebaiknya digunakan sebagai bagian dari rencana trading yang mencakup ukuran posisi, kondisi pasar, dan manajemen risiko secara keseluruhan, bukan sebagai jaminan untuk menghindari kerugian.
Jenis order dan model eksekusi adalah dua hal yang berbeda dalam trading. Jenis order menentukan bagaimana Anda ingin membuka atau menutup posisi, seperti menggunakan market order, limit order, atau stop order. Sementara itu, model eksekusi menentukan bagaimana platform memproses order tersebut setelah dikirim ke broker.
Pada MetaTrader 4 (MT4) dan MetaTrader 5 (MT5), dua model eksekusi yang umum digunakan adalah instant execution dan market execution.
Instant Execution
Instant execution adalah model eksekusi di mana order dikirim berdasarkan harga yang sedang tampil di platform. Jika harga tersebut masih tersedia ketika order diterima, transaksi akan dieksekusi pada harga tersebut.
Namun, jika harga sudah berubah akibat pergerakan pasar, platform dapat memberikan requote. Trader kemudian dapat memilih apakah menerima harga baru tersebut atau membatalkan transaksi.
Kelebihan instant execution adalah memberikan kontrol lebih besar terhadap harga yang ingin digunakan. Namun, pada pasar yang bergerak cepat, requote dapat terjadi karena harga berubah sebelum order selesai diproses.
Market Execution
Market execution adalah model eksekusi di mana order diproses berdasarkan harga terbaik yang tersedia di pasar saat itu. Order tidak menggunakan harga tetap yang ditampilkan sebelumnya, sehingga biasanya tidak mengalami requote.
Keuntungannya adalah transaksi dapat diproses lebih cepat, terutama ketika pasar bergerak aktif. Namun, harga akhir hanya dapat diketahui setelah order berhasil dieksekusi, sehingga harga dapat sedikit berbeda dari kuotasi awal akibat slippage.
Perbandingan Jenis-Jenis Order
Setiap jenis order memiliki tujuan berbeda. Sebagian trader memilih order berdasarkan prioritas utama mereka, apakah ingin masuk pasar secepat mungkin, mendapatkan harga tertentu, atau mengatur kondisi otomatis untuk membuka dan menutup posisi.
| Jenis Order | Fungsi | Keuntungan Utama | Risiko atau Keterbatasan | Cocok Digunakan Saat |
| Market order | Membeli atau menjual aset segera pada harga terbaik yang tersedia | Eksekusi cepat dan peluang transaksi berhasil lebih tinggi | Harga eksekusi tidak pasti dan dapat mengalami slippage saat pasar bergerak cepat | Anda ingin segera masuk atau keluar dari posisi |
| Limit order | Membeli atau menjual hanya pada harga tertentu atau harga yang lebih baik | Memberikan kontrol terhadap harga entry atau exit | Order bisa tidak tereksekusi jika harga tidak pernah mencapai level tersebut | Anda memiliki target harga dan bersedia menunggu |
| Stop order | Mengaktifkan market order ketika harga mencapai level pemicu tertentu | Membantu mengikuti breakout atau membatasi kerugian secara otomatis | Harga eksekusi dapat berbeda dari level pemicu saat pasar bergerak cepat | Anda ingin masuk setelah konfirmasi harga atau melindungi posisi |
| Stop-limit order | Mengaktifkan limit order setelah harga mencapai level stop | Memberikan kontrol harga setelah order aktif | Ada risiko order tidak tereksekusi jika harga melewati batas limit | Anda ingin menggabungkan pemicu harga dengan kontrol eksekusi |
| Trailing stop | Stop order yang bergerak mengikuti harga ketika posisi bergerak sesuai arah yang diharapkan | Membantu mengunci profit tanpa harus mengubah level secara manual | Fluktuasi kecil dapat memicu penutupan posisi terlalu awal | Anda ingin mengikuti tren sambil melindungi keuntungan |
| Stop-loss order | Menutup posisi terbuka ketika harga mencapai batas kerugian tertentu | Membantu membatasi potensi kerugian pada satu transaksi | Tidak menjamin harga exit jika terjadi gap atau volatilitas tinggi | Anda ingin menentukan batas risiko sebelum membuka posisi |
| Take-profit order | Menutup posisi terbuka ketika harga mencapai target keuntungan tertentu | Membantu mengamankan profit secara otomatis | Posisi bisa ditutup sebelum harga bergerak lebih jauh sesuai arah yang diharapkan | Anda memiliki target profit yang ingin dicapai |
Pemilihan jenis order sebaiknya mengikuti tujuan trading Anda. Jika prioritas utama adalah kecepatan eksekusi, market order biasanya menjadi pilihan. Jika Anda lebih mementingkan harga tertentu, limit order memungkinkan Anda menunggu level yang diinginkan.
Sementara itu, stop order membantu trader merencanakan transaksi berdasarkan pergerakan harga tertentu, seperti breakout atau pembatasan risiko. Banyak trader mengombinasikan beberapa jenis order, misalnya membuka posisi dengan market order atau limit order, lalu menambahkan stop-loss dan take-profit untuk mengatur risiko serta target sebelum pasar bergerak.
Pilih Jenis Order Sesuai Rencana Trading Anda
Tidak ada satu jenis order yang selalu paling baik untuk semua situasi. Setiap order memiliki fungsi berbeda: market order mengutamakan kecepatan eksekusi, limit order memberikan kontrol lebih besar terhadap harga, sementara stop order membantu trader membuka atau menutup posisi ketika harga mencapai level tertentu.
Memahami kelebihan dan keterbatasan setiap jenis order membantu Anda membuat keputusan yang lebih terencana. Dalam trading CFD yang menggunakan leverage, pemilihan order sebaiknya selalu disertai dengan manajemen risiko yang tepat, termasuk penggunaan stop-loss untuk membantu membatasi potensi kerugian pada setiap posisi.
Order bukan sekadar cara untuk masuk atau keluar pasar, tetapi bagian dari strategi trading secara keseluruhan. Dengan memahami bagaimana setiap order bekerja dan kapan risiko tertentu dapat muncul, Anda dapat menggunakan platform trading dengan lebih percaya diri dan membuat rencana transaksi yang lebih terstruktur.
Bagi pemula yang ingin mempelajari cara kerja order tanpa menggunakan dana nyata, Anda dapat mencoba akun demo trading Vantage untuk berlatih menggunakan market order, limit order, stop order, serta fitur manajemen risiko dalam kondisi pasar yang sebenarnya.
Coba akun demo gratis Vantage dan pelajari cara menggunakan berbagai jenis order sebelum mulai trading dengan dana riil.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa Saja 5 Jenis Order dalam Trading?
Lima jenis order yang paling umum digunakan dalam trading adalah market order, limit order, stop order, stop-limit order, dan trailing stop. Market order digunakan untuk eksekusi segera pada harga yang tersedia, limit order menunggu harga tertentu, sedangkan stop order aktif ketika harga mencapai level pemicu. Stop-limit dan trailing stop memberikan kontrol tambahan terhadap cara order dieksekusi dan bagaimana posisi dikelola. Selain itu, stop-loss dan take-profit merupakan jenis order yang sering digunakan untuk mengatur risiko dan mengamankan keuntungan pada posisi yang sudah terbuka.
Apa Perbedaan Antara Market Order dan Limit Order?
Perbedaan utama antara market order dan limit order terletak pada prioritas trader. Market order mengutamakan kecepatan dengan mengeksekusi transaksi pada harga terbaik yang tersedia saat itu, tetapi harga akhir dapat berbeda akibat pergerakan pasar atau slippage.
Sebaliknya, limit order memberikan kontrol lebih besar terhadap harga karena hanya akan tereksekusi pada harga yang ditentukan atau lebih baik. Namun, risikonya adalah order bisa tidak tereksekusi jika pasar tidak pernah mencapai level tersebut.
Apa Itu Instant Execution dalam Trading Forex dan CFD?
Instant execution adalah model eksekusi di mana order dikirim berdasarkan harga yang ditampilkan pada platform trading. Jika harga tersebut sudah berubah ketika order diterima broker, platform dapat memberikan requote sehingga trader dapat memilih menerima harga baru atau membatalkan transaksi.
Model ini umum ditemukan pada platform seperti MetaTrader dan cocok bagi trader yang ingin mencoba mendapatkan harga kuotasi tertentu saat membuka atau menutup posisi.
Apa Perbedaan Antara Market Execution dan Instant Execution?
Market execution dan instant execution adalah model eksekusi, bukan jenis order. Perbedaannya terletak pada cara platform memproses transaksi setelah order dikirim.
Pada instant execution, platform mencoba mengeksekusi order pada harga yang ditampilkan dan dapat memberikan requote jika harga berubah. Pada market execution, order langsung diproses berdasarkan harga terbaik yang tersedia di pasar tanpa requote, tetapi harga final baru diketahui setelah transaksi selesai.
Market execution biasanya mengutamakan kecepatan, sedangkan instant execution memberikan kontrol lebih besar terhadap harga yang ingin digunakan.
Apa Itu Stop-Limit Order?
Stop-limit order adalah kombinasi antara stop order dan limit order. Order ini menggunakan dua level harga: stop price sebagai pemicu aktivasi dan limit price sebagai batas harga eksekusi yang dapat diterima.
Ketika harga mencapai level stop, order berubah menjadi limit order, bukan market order. Keuntungannya adalah trader memiliki kontrol lebih besar terhadap harga eksekusi, tetapi risikonya adalah order bisa tidak tereksekusi jika harga bergerak terlalu cepat melewati batas limit.
Jenis Order Apa yang Terbaik untuk Eksekusi Cepat?
Jika tujuan utama adalah mendapatkan eksekusi secepat mungkin, market order biasanya menjadi pilihan yang paling sesuai karena transaksi langsung dikirim ke pasar pada harga terbaik yang tersedia.
Namun, kecepatan eksekusi memiliki trade-off berupa kemungkinan slippage, terutama ketika pasar bergerak cepat atau likuiditas rendah. Trader yang lebih memprioritaskan kontrol harga dapat menggunakan limit order atau stop-limit order, tetapi harus menerima kemungkinan bahwa order tidak akan tereksekusi jika kondisi pasar tidak sesuai.
PERINGATAN RISIKO: CFD adalah instrumen keuangan yang kompleks dan memiliki risiko tinggi mengalami kerugian dengan cepat karena adanya leverage. Anda harus memastikan bahwa Anda benar-benar memahami risiko yang terlibat dan mempertimbangkan dengan cermat apakah Anda mampu menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda sebelum melakukan trading.
Disclaimer: Informasi ini disediakan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak memperhitungkan tujuan pribadi, kondisi keuangan, atau kebutuhan Anda. Informasi ini bukan merupakan saran investasi. Kami menganjurkan Anda untuk mencari saran independen jika diperlukan. Informasi ini tidak disusun sesuai dengan persyaratan hukum yang dirancang untuk mendorong independensi riset investasi. Tidak ada pernyataan atau jaminan yang diberikan atas keakuratan atau kelengkapan informasi apa pun yang terdapat di dalamnya. Materi ini dapat memuat data historis atau kinerja masa lalu dan tidak boleh dijadikan acuan. Selain itu, estimasi, proyeksi ke depan, dan perkiraan tidak dapat dijamin. Informasi di situs ini serta produk dan layanan yang ditawarkan tidak dimaksudkan untuk didistribusikan kepada siapa pun di negara atau jurisdiksi mana pun yang distribusi atau penggunaannya bertentangan dengan hukum atau regulasi setempat.
Referensi
- “Order Types – FINRA” https://www.finra.org/investors/investing/investment-products/stocks/order-types Diakses 16 Juli 2026
- “Types of Orders – Investor.gov (U.S. Securities and Exchange Commission)” https://www.investor.gov/introduction-investing/investing-basics/how-stock-markets-work/types-orders Diakses 16 Juli 2026


