Memahami jam trading saham adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin mengikuti pergerakan pasar global. Setiap bursa saham memiliki jadwal operasional sendiri yang menentukan kapan investor dapat membeli atau menjual saham. Karena bursa tersebar di berbagai zona waktu, pasar saham dunia bergerak secara bergantian seperti estafet. Ketika satu pasar tutup, pasar lain mulai aktif.
Waktu trading saham dipengaruhi oleh lokasi bursa, hari kerja lokal, serta aturan masing-masing regulator. Mengetahui jam buka tutup trading saham membantu trader memahami kapan likuiditas biasanya meningkat, kapan volatilitas dapat muncul, dan kapan pasar mungkin bergerak lebih lambat karena sebagian besar bursa sedang tutup.
Panduan ini membahas sesi perdagangan saham utama di dunia, termasuk jam buka pasar saham Amerika, jam operasional bursa Asia dan Eropa, periode overlap antar pasar, serta bagaimana memilih waktu trading yang sesuai dengan strategi Anda.
Poin-Poin Penting
- Sebagian besar bursa saham utama beroperasi sekitar enam hingga delapan jam per hari pada hari kerja, tetapi jadwalnya berbeda-beda karena mengikuti zona waktu dan aturan lokal masing-masing negara.
- Periode overlap antar sesi perdagangan, terutama saat pasar Eropa dan Amerika Serikat sama-sama buka, biasanya memiliki likuiditas yang lebih tinggi karena lebih banyak investor global berpartisipasi.
- Jam trading saham terus berkembang seiring perubahan teknologi dan regulasi. Beberapa bursa mulai memperpanjang jam perdagangan untuk memberikan akses lebih fleksibel bagi investor global.
Jam Berapa Bursa Saham Buka dan Tutup?
Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk seluruh pasar saham dunia karena setiap bursa memiliki jam trading saham masing-masing. Waktu pembukaan dan penutupan ditentukan oleh zona waktu lokal, aturan bursa, serta kebiasaan perdagangan di negara tersebut.
Sebagai contoh, jam buka pasar saham Amerika untuk sesi reguler di New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq adalah pukul 09:30 hingga 16:00 Eastern Time (14:30 hingga 21:00 GMT) dari Senin hingga Jumat.
Di Eropa, London Stock Exchange (LSE) beroperasi dari pukul 08:00 hingga 16:30 GMT. Sementara, Tokyo Stock Exchange (TSE) memiliki sesi perdagangan dari pukul 09:00 hingga 15:30 Japan Standard Time (00:00 hingga 06:30 GMT) dengan jeda istirahat di tengah hari.
Perlu diperhatikan bahwa jadwal bursa dapat berubah karena penyesuaian regulasi atau kebijakan pasar. Misalnya, Tokyo Stock Exchange memperpanjang waktu perdagangan regulernya selama 30 menit menjadi pukul 15:30 sejak 5 November 2024, dengan menambahkan lelang penutupan selama lima menit mulai pukul 15:25, menurut Japan Exchange Group.¹
Secara umum, sebagian besar bursa saham memiliki pola yang serupa: pasar dibuka pada pagi hari waktu lokal, memiliki sesi perdagangan utama selama beberapa jam, lalu ditutup pada sore hari. Namun, durasi sesi, jeda perdagangan, dan waktu lelang penutupan dapat berbeda antara satu bursa dan lainnya.
Jam Trading Saham per Bursa
Setiap bursa memiliki jam trading saham yang berbeda karena mengikuti zona waktu dan aturan pasar masing-masing. Tabel di bawah ini menunjukkan waktu trading saham untuk beberapa bursa saham terbesar di dunia, baik dalam waktu lokal maupun GMT sebagai referensi.
Perlu diperhatikan bahwa waktu dalam GMT bersifat perkiraan. Beberapa negara menerapkan daylight saving time (DST) yang dapat menggeser waktu pembukaan dan penutupan bursa sekitar satu jam. Karena itu, waktu GMT sebaiknya digunakan sebagai panduan umum, bukan jadwal tetap sepanjang tahun.

| Bursa Saham | Wilayah | Jam Trading Lokal | GMT (perkiraan) |
| Tokyo Stock Exchange (TSE) | Asia | 09:00–11:30, 12:30–15:30 | 00:00–06:30 |
| Shanghai Stock Exchange (SSE) | Asia | 09:30–11:30, 13:00–15:00 | 01:30–07:00 |
| Hong Kong Exchange (HKEX) | Asia | 09:30–12:00, 13:00–16:00 | 01:30–08:00 |
| National Stock Exchange of India (NSE) | Asia | 09:15–15:30 | 03:45–10:00 |
| Bombay Stock Exchange (BSE) | Asia | 09:15–15:30 | 03:45–10:00 |
| Korea Exchange (KRX) | Asia | 09:00–15:30 | 00:00–06:30 |
| Singapore Exchange (SGX) | Asia | 09:00–17:00 | 01:00–09:00 |
| Taiwan Stock Exchange (TWSE) | Asia | 09:00–13:30 | 01:00–05:30 |
| London Stock Exchange (LSE) | Eropa | 08:00–16:30 | 08:00–16:30 |
| Euronext | Eropa | 09:00–17:30 CET | 08:00–16:30 |
| Frankfurt / Xetra (FSX) | Eropa | 09:00–17:30 CET | 08:00–16:30 |
| SIX Swiss Exchange | Eropa | 09:00–17:30 CET | 08:00–16:30 |
| New York Stock Exchange (NYSE) | Amerika | 09:30–16:00 ET | 14:30–21:00 |
| Nasdaq | Amerika | 09:30–16:00 ET | 14:30–21:00 |
| Toronto Stock Exchange (TSX) | Amerika | 09:30–16:00 ET | 14:30–21:00 |
| B3 (Brazil) | Amerika | 10:00–17:00 BRT | 13:00–20:00 |
| Johannesburg Stock Exchange (JSE) | Afrika | 09:00–17:00 SAST | 07:00–15:00 |
| Australian Securities Exchange (ASX) | Oseania | 10:00–16:00 AEST | 00:00–06:00 |
| New Zealand Exchange (NZX) | Oseania | 10:00–16:45 NZST | 21:00–03:45 |
Meskipun setiap pasar memiliki jadwal berbeda, terdapat beberapa pola umum dalam sesi perdagangan saham global.
Banyak bursa di Asia, seperti Tokyo Stock Exchange (TSE) dan Shanghai Stock Exchange (SSE), masih menerapkan jeda makan siang di tengah sesi perdagangan. Sebaliknya, sebagian besar bursa di Amerika Serikat dan Eropa, seperti New York Stock Exchange (NYSE), Nasdaq, dan London Stock Exchange (LSE), menjalankan perdagangan reguler secara berkelanjutan tanpa jeda panjang.
Bursa di Eropa juga biasanya menggunakan lelang pembukaan dan penutupan (opening auction dan closing auction) untuk membantu menentukan harga awal dan harga penutupan yang lebih seimbang berdasarkan permintaan dan penawaran pasar.
Karena berada di wilayah paling timur, bursa seperti Australian Securities Exchange (ASX) dan New Zealand Exchange (NZX) termasuk yang pertama membuka perdagangan setiap hari kerja. Pergerakan harga di kedua pasar ini sering menjadi referensi awal sebelum sesi Asia berikutnya dimulai, termasuk saat Tokyo Stock Exchange membuka perdagangan dan Nikkei 225 mulai aktif diperdagangkan.
Memahami urutan pembukaan bursa global membantu trader melihat bagaimana sentimen pasar dapat berpindah dari satu wilayah ke wilayah berikutnya sepanjang hari.
Cara Mengonversi Jam Trading Saham Antar Zona Waktu
Memahami jam trading saham global tidak hanya soal mengetahui kapan sebuah bursa buka atau tutup, tetapi juga memahami perbedaan zona waktu. Tantangan terbesar muncul ketika membandingkan jadwal antar negara karena beberapa wilayah menerapkan daylight saving time (DST), sedangkan wilayah lain tidak.
Sebagai contoh, jam perdagangan Amerika Serikat mengikuti Eastern Time (ET), yang berubah antara Eastern Standard Time (EST, GMT−5) saat musim dingin dan Eastern Daylight Time (EDT, GMT−4) saat musim panas. London juga berganti antara GMT dan British Summer Time (BST, GMT+1). Sementara itu, Jepang tidak menerapkan daylight saving sehingga Tokyo tetap berada di GMT+9 sepanjang tahun.
Perubahan ini membuat selisih waktu antar pasar tidak selalu sama. Misalnya, jarak waktu antara Tokyo dan New York dapat berubah tergantung musim karena Amerika Serikat menyesuaikan jamnya, sedangkan Jepang tetap menggunakan zona waktu yang sama.
Sebagai ilustrasi, bagi trader di Filipina (GMT+8), jam buka pasar saham Amerika pukul 09:30 Eastern Time terjadi pada pukul 21:30 waktu lokal saat musim panas AS dan pukul 22:30 saat musim dingin AS. Bagi trader di India (GMT+5:30), waktu pembukaan yang sama terjadi pada pukul 19:00 atau 20:00 waktu lokal, tergantung periode DST.
Cara paling praktis adalah selalu menggunakan waktu lokal resmi dari masing-masing bursa sebagai referensi utama, lalu mengonversinya ke zona waktu Anda sendiri. Perhatikan terutama periode transisi pada musim semi dan musim gugur karena negara-negara berbeda dapat mengubah jam mereka pada tanggal yang tidak sama.
Perlu diingat bahwa jam perdagangan saham memiliki struktur yang berbeda dengan sesi trading forex. Bursa saham biasanya memiliki jam buka dan tutup yang tetap setiap hari kerja, sedangkan pasar forex berjalan hampir 24 jam selama lima hari dalam seminggu.
Saat Pasar Saham Global Saling Tumpang Tindih
Ketika dua bursa saham besar buka pada waktu yang sama, jumlah partisipan pasar biasanya meningkat. Kondisi ini sering menghasilkan likuiditas yang lebih tinggi, volume transaksi yang lebih besar, dan spread yang lebih kompetitif. Bagi trader yang mengikuti jam trading saham global, periode overlap antar pasar menjadi salah satu waktu yang banyak diperhatikan.
Salah satu overlap paling penting terjadi antara sesi Eropa dan Amerika Serikat, khususnya ketika London Stock Exchange (LSE) dan bursa AS seperti New York Stock Exchange (NYSE) serta Nasdaq sama-sama aktif. Pada periode ini, banyak investor institusi, trader global, dan pelaku pasar lainnya bertransaksi secara bersamaan sehingga pergerakan harga dapat menjadi lebih aktif.
Selain overlap London–New York, satu periode lain yang sering diperhatikan adalah satu jam terakhir sebelum penutupan pasar saham AS, yang dikenal sebagai “power hour”. Periode ini berlangsung sekitar pukul 15:00 hingga 16:00 Eastern Time (20:00 hingga 21:00 GMT saat musim dingin). Pada waktu ini, sebagian investor institusi melakukan penyesuaian posisi sebelum pasar tutup, yang dapat meningkatkan volume dan volatilitas.

| Tumpang Tindih | Perkiraan GMT | Mengapa Ini Penting |
| London–New York | 14:30–16:30 | Dua pasar saham terbesar buka bersamaan; volume saham AS dan Inggris sering mencapai puncaknya |
| Sydney–Tokyo | 00:00–06:00 | Sesi Asia menentukan arah awal untuk saham global dan indeks berjangka (futures) |
| Frankfurt–London | 08:00–16:30 | Jendela waktu Eropa yang luas dengan aktivitas tinggi di saham-saham utama benua Eropa dan Inggris |
Namun, aktivitas yang lebih tinggi tidak selalu berarti kondisi trading lebih mudah. Likuiditas yang meningkat dapat membantu eksekusi order, tetapi pergerakan harga yang lebih cepat juga dapat meningkatkan risiko seperti spread yang melebar, slippage, atau pembalikan arah secara tiba-tiba.
Karena itu, memahami kapan sesi perdagangan saham saling overlap membantu trader mengetahui kapan pasar biasanya lebih aktif, sekaligus kapan perlu lebih berhati-hati terhadap peningkatan volatilitas.
Extended-Hours Trading dan Perkembangan Menuju Sesi Trading Lebih Panjang
Selain jam trading saham reguler, beberapa bursa Amerika Serikat juga menyediakan sesi perdagangan tambahan yang dikenal sebagai extended-hours trading. Sesi ini memungkinkan investor melakukan transaksi sebelum pasar dibuka (pre-market) atau setelah pasar reguler ditutup (after-hours trading).
Di Nasdaq, extended-hours trading saat ini mencakup sesi pre-market dari pukul 04:00 hingga 09:30 Eastern Time dan sesi post-market dari pukul 16:00 hingga 20:00 Eastern Time. Dengan adanya sesi tambahan ini, investor dapat merespons berita penting seperti laporan keuangan (earnings) atau pengumuman perusahaan yang dirilis di luar jam perdagangan reguler. Informasi lebih lanjut mengenai trading Nasdaq dapat membantu memahami karakteristik pasar tersebut.²
Namun, trading di luar jam reguler memiliki beberapa perbedaan penting. Volume transaksi biasanya lebih rendah, spread bid-ask dapat lebih lebar, dan harga dapat bergerak lebih cepat karena jumlah pelaku pasar yang lebih sedikit. Akibatnya, order berukuran relatif kecil sekalipun dapat memberikan dampak lebih besar terhadap harga. Karena karakteristik ini, extended-hours trading umumnya membutuhkan pemahaman lebih baik mengenai likuiditas dan risiko eksekusi.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa beberapa bursa AS mulai bergerak menuju waktu trading saham yang lebih panjang. Pada 10 April 2026, US Securities and Exchange Commission (SEC) menyetujui rencana Nasdaq untuk memperpanjang sesi trading saham menjadi 23 jam per hari, lima hari seminggu, dengan implementasi yang diperkirakan dimulai pada semester kedua 2026.³
Sebelumnya, SEC juga telah menyetujui sesi perdagangan yang diperpanjang untuk NYSE Arca dan mendaftarkan bursa baru 24X yang dirancang untuk menyediakan akses trading hampir sepanjang hari. Jeda singkat tetap diperlukan untuk pemeliharaan sistem serta proses administratif seperti dividen dan stock split.³
Jika perubahan ini berjalan sesuai rencana, batas antara jam buka pasar saham Amerika reguler dan extended-hours trading akan semakin fleksibel. Namun, investor tetap perlu memahami bahwa sesi overnight kemungkinan memiliki karakteristik berbeda dari pasar reguler, termasuk likuiditas yang lebih rendah, spread yang lebih besar, serta perlindungan pasar tertentu yang mungkin tidak sama seperti saat jam perdagangan utama.
Hari Libur Bursa Saham dan Penutupan Lebih Awal
Selain memahami jam trading saham reguler, trader juga perlu memperhatikan hari libur bursa dan jadwal penutupan lebih awal. Bursa saham tidak beroperasi setiap hari, dan kalender libur dapat berbeda tergantung negara, lokasi bursa, serta aturan regulator setempat.
Sebagai contoh, London Stock Exchange (LSE) mengikuti hari libur bank Inggris (UK bank holidays) seperti Natal dan Good Friday. Tokyo Stock Exchange (TSE) mengikuti hari libur Jepang, termasuk periode Tahun Baru dan Golden Week. Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat seperti NYSE dan Nasdaq tutup pada hari libur tertentu seperti Independence Day dan Thanksgiving.
Pada beberapa hari tertentu, bursa juga dapat mengakhiri sesi perdagangan lebih awal dari biasanya. Penutupan lebih awal ini dapat terjadi menjelang hari libur besar dan biasanya mengurangi waktu perdagangan beberapa jam dibandingkan sesi reguler.
Perubahan jadwal ini juga dapat memengaruhi kondisi pasar global. Ketika salah satu pusat keuangan utama tutup, aktivitas perdagangan di pasar lain sering ikut menurun. Misalnya, saat pasar Amerika Serikat libur, overlap antara sesi London dan New York tidak terjadi, sehingga volume dan likuiditas saham global dapat lebih rendah dibandingkan hari normal.
Karena kalender libur dan jadwal penutupan lebih awal dapat berubah setiap tahun, cara terbaik adalah selalu memeriksa kalender resmi dari bursa yang ingin Anda ikuti sebelum membuat rencana trading berdasarkan tanggal tertentu.
Apakah Jam Trading Berlaku untuk Share CFD?
Tidak semua trader membeli saham secara langsung. Sebagian pelaku pasar menggunakan Contracts for Difference (CFD), yaitu instrumen yang memungkinkan trader berspekulasi terhadap pergerakan harga saham tanpa memiliki saham yang mendasarinya.
Untuk share CFD, jam perdagangan umumnya mengikuti sesi perdagangan saham dari bursa tempat saham tersebut tercatat. Contohnya, CFD atas saham perusahaan Amerika Serikat biasanya mengikuti jam sesi reguler NYSE atau Nasdaq, yaitu 09:30 hingga 16:00 Eastern Time, sedangkan CFD saham yang tercatat di London biasanya mengikuti jam perdagangan LSE, yaitu 08:00 hingga 16:30 GMT.
Namun, jam trading CFD dapat berbeda tergantung broker, instrumen, dan wilayah akun. Beberapa produk seperti trading share CFD dapat memiliki ketersediaan yang mengikuti jam bursa utama. Sementara, instrumen lain seperti index CFD—yang mengikuti sekumpulan saham seperti FTSE 100 atau Nasdaq 100—dapat tersedia dalam waktu yang lebih panjang.
Setiap pasar memiliki karakteristik berbeda. Sebagai contoh, pasar emas biasanya tersedia hampir 24 jam selama hari kerja, berbeda dengan saham yang memiliki jam buka dan tutup yang lebih terstruktur.
Trader juga perlu memahami bahwa CFD merupakan produk leveraged. Leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian. Trading di sekitar pembukaan pasar, penutupan sesi, atau periode likuiditas rendah dapat menyebabkan pergerakan harga lebih cepat, spread lebih lebar, dan risiko slippage yang lebih tinggi.
Sebelum memasang order, selalu periksa jam trading saham atau jam perdagangan spesifik setiap instrumen langsung melalui platform trading Anda. Jangan berasumsi bahwa semua produk mengikuti jadwal bursa yang sama karena beberapa instrumen CFD dapat memiliki waktu perdagangan yang berbeda dari pasar acuannya.
Sesuaikan Trading Anda dengan Jam Pasar Global
Memahami jam trading saham bukan berarti harus menghafal setiap jadwal bursa di dunia. Yang lebih penting adalah mengetahui pasar mana yang sedang aktif, kapan likuiditas biasanya meningkat, dan bagaimana waktu tersebut sesuai dengan zona waktu Anda.
Pasar saham global bergerak seperti estafet: ketika sesi Sydney dan Tokyo mulai berakhir, pasar Eropa mulai aktif, lalu overlap London–New York menghadirkan salah satu periode dengan aktivitas perdagangan tertinggi. Dengan memahami waktu trading saham ini, trader dapat menyesuaikan kapan mereka ingin memantau pasar, membuka posisi, atau menghindari periode dengan likuiditas yang lebih rendah.
Vantage menyediakan akses ke berbagai Share CFD dan Index CFD dari pasar global melalui platform trading yang tersedia. Namun, seperti produk leveraged lainnya, CFD memiliki risiko kerugian yang tinggi. Pergerakan harga, spread, dan kondisi likuiditas dapat berbeda tergantung sesi perdagangan, sehingga penting untuk memahami karakteristik pasar sebelum melakukan trading.
Mulai pelajari pergerakan pasar global dan uji strategi Anda dengan akun demo Vantage menggunakan dana virtual sebelum beralih ke akun live. Jika sudah siap, Anda dapat menjelajahi peluang trading melalui akun live Vantage dengan memahami risiko dan kondisi pasar yang berlaku.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Pukul Berapa Jam Trading Saham Dimulai?
Jam buka trading saham berbeda-beda tergantung bursa yang ingin Anda ikuti. Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk seluruh pasar global karena setiap bursa mengikuti zona waktu lokal masing-masing.
Sebagai contoh, jam buka pasar saham Amerika untuk NYSE dan Nasdaq adalah pukul 09:30 Eastern Time (14:30 GMT). London Stock Exchange (LSE) mulai trading pukul 08:00 GMT, sedangkan Tokyo Stock Exchange (TSE) dibuka pukul 09:00 Japan Standard Time (00:00 GMT). Karena perbedaan zona waktu, jam pembukaan tersebut akan jatuh pada waktu yang berbeda tergantung lokasi Anda.
Pukul Berapa Jam Trading Saham Berakhir?
Jam penutupan pasar saham juga bergantung pada bursa yang diperdagangkan. NYSE dan Nasdaq biasanya tutup pukul 16:00 Eastern Time (21:00 GMT), London Stock Exchange tutup pukul 16:30 GMT, sementara Tokyo Stock Exchange tutup pukul 15:30 Japan Standard Time.
Jadwal Tokyo Stock Exchange tersebut merupakan perubahan terbaru setelah bursa memperpanjang sesi perdagangan regulernya selama 30 menit pada November 2024. Selain itu, beberapa bursa Amerika Serikat mulai memperluas jam perdagangan, sehingga jadwal standar dapat mengalami perubahan di masa mendatang.
Bursa Saham Mana yang Buka Lebih Awal Setiap Hari?
Bursa yang berada di wilayah paling timur biasanya menjadi yang pertama memulai sesi perdagangan saham setiap hari kerja. Di antara bursa besar dunia, Australian Securities Exchange (ASX) dan New Zealand Exchange (NZX) termasuk yang paling awal buka, sebelum sesi Asia dilanjutkan oleh Tokyo, Hong Kong, dan Shanghai.
Pergerakan harga di sesi awal ini dapat memberikan gambaran mengenai sentimen pasar sebelum bursa Eropa dan Amerika Serikat mulai aktif.
Bagaimana Cara Mengetahui Bursa Saham yang Sedang Buka?
Cara termudah adalah dengan mengubah jam trading saham setiap bursa ke zona waktu Anda sendiri. Perhatikan bahwa beberapa negara menerapkan daylight saving time (DST), sehingga perbedaan waktu dapat berubah sepanjang tahun.
Anda dapat menggunakan world clock, kalender pasar, atau melihat informasi jam perdagangan langsung dari platform trading. Sebagian besar platform juga menampilkan apakah suatu instrumen sedang tersedia untuk diperdagangkan. Saat periode pergantian daylight saving, sebaiknya periksa kembali jadwal karena waktu GMT dapat bergeser.
Apakah Semua Bursa Saham Memiliki Jeda Makan Siang?
Tidak. Jeda perdagangan di tengah hari masih umum ditemukan pada beberapa bursa Asia. Contohnya, Tokyo Stock Exchange memiliki jeda dari pukul 11:30 hingga 12:30, sedangkan Shanghai Stock Exchange memiliki jeda dari pukul 11:30 hingga 13:00 waktu lokal.
Sebaliknya, sebagian besar bursa di Amerika Serikat dan Eropa seperti NYSE, Nasdaq, dan London Stock Exchange menjalankan perdagangan secara berkelanjutan selama sesi reguler tanpa jeda makan siang.
Apakah Jam Trading Saham Sama Sepanjang Tahun?
Jam lokal suatu bursa biasanya tetap sama, tetapi waktu yang terlihat dalam GMT dapat berubah ketika suatu negara menerapkan daylight saving time. Amerika Serikat dan sebagian besar negara Eropa mengubah jam mereka dua kali setahun, sementara Jepang tidak menggunakan daylight saving.
Selain perubahan waktu, trader juga perlu memperhatikan hari libur nasional dan penutupan lebih awal karena jadwal tersebut dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Mengecek kalender resmi bursa membantu memastikan Anda mengetahui waktu trading saham yang benar sebelum memasang order.
PERINGATAN RISIKO: CFD adalah instrumen keuangan yang kompleks dan memiliki risiko tinggi kehilangan uang secara cepat karena leverage. Anda harus memastikan bahwa Anda benar-benar memahami risiko yang terlibat dan mempertimbangkan dengan cermat apakah Anda dapat menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda sebelum melakukan trading.
Disclaimer: Informasi ini disediakan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak memperhitungkan tujuan pribadi, keadaan finansial, atau kebutuhan Anda. Informasi ini bukan merupakan saran investasi. Kami menyarankan Anda untuk mencari saran independen bila diperlukan. Informasi ini tidak disusun sesuai dengan persyaratan hukum yang dirancang untuk mendorong independensi riset investasi. Tidak ada pernyataan atau jaminan yang diberikan mengenai keakuratan atau kelengkapan informasi apa pun yang terkandung di dalamnya. Materi ini dapat memuat data historis atau kinerja masa lalu dan sebaiknya tidak dijadikan acuan. Selain itu, estimasi, pernyataan berwawasan ke depan (forward-looking statements), dan perkiraan tidak dapat dijamin. Informasi di situs ini serta produk dan layanan yang ditawarkan tidak dimaksudkan untuk didistribusikan kepada siapa pun di negara atau jurisdiksi mana pun di mana distribusi atau penggunaan tersebut bertentangan dengan hukum atau regulasi setempat.
Referensi
- “Trading Hours, Trading Rules of Domestic Stocks – Japan Exchange Group” https://www.jpx.co.jp/english/equities/trading/domestic/01.html Diakses 8 Juli 2026
- “Nasdaq’s View: The Road to 24-Hour Trading – Nasdaq” https://www.nasdaq.com/newsroom/nasdaqs-view-road-24-hour-trading Diakses 8 Juli 2026
- “Order Granting Accelerated Approval of a Proposed Rule Change to Extend Nasdaq Trading Hours to 23 Hours a Day, Five Days a Week – Federal Register (SEC)” https://www.federalregister.gov/documents/2026/04/15/2026-07259/self-regulatory-organizations-the-nasdaq-stock-market-llc-notice-of-filing-of-amendment-nos-2-and-3 Diakses 8 Juli 2026


