Important Information

You are visiting the international Vantage Markets website, distinct from the website operated by Vantage Global Prime LLP
( www.vantagemarkets.co.uk ) which is regulated by the Financial Conduct Authority ("FCA").

This website is managed by Vantage Markets' international entities, and it's important to emphasise that they are not subject to regulation by the FCA in the UK. Therefore, you must understand that you will not have the FCA’s protection when investing through this website – for example:

  • You will not be guaranteed Negative Balance Protection
  • You will not be protected by FCA’s leverage restrictions
  • You will not have the right to settle disputes via the Financial Ombudsman Service (FOS)
  • You will not be protected by Financial Services Compensation Scheme (FSCS)
  • Any monies deposited will not be afforded the protection required under the FCA Client Assets Sourcebook. The level of protection for your funds will be determined by the regulations of the relevant local regulator.

If you would like to proceed and visit this website, you acknowledge and confirm the following:

  • 1.The website is owned by Vantage Markets' international entities and not by Vantage Global Prime LLP, which is regulated by the FCA.
  • 2.Vantage Global Limited, or any of the Vantage Markets international entities, are neither based in the UK nor licensed by the FCA.
  • 3.You are accessing the website at your own initiative and have not been solicited by Vantage Global Limited in any way.
  • 4.Investing through this website does not grant you the protections provided by the FCA.
  • 5.Should you choose to invest through this website or with any of the international Vantage Markets entities, you will be subject to the rules and regulations of the relevant international regulatory authorities, not the FCA.

Vantage wants to make it clear that we are duly licensed and authorised to offer the services and financial derivative products listed on our website. Individuals accessing this website and registering a trading account do so entirely of their own volition and without prior solicitation.

By confirming your decision to proceed with entering the website, you hereby affirm that this decision was solely initiated by you, and no solicitation has been made by any Vantage entity.

I confirm my intention to proceed and enter this website Please direct me to the website operated by Vantage Global Prime LLP regulated by the FCA in the United Kingdom

Important Information

By providing your email and proceeding to create an account on this website, you acknowledge that you will be opening an account with Vantage Global Limited, regulated by the Vanuatu Financial Services Commission (VFSC), and not the UK Financial Conduct Authority (FCA).

  • Please tick the checkbox to proceed
  • Please tick the checkbox to proceed
Proceed Please direct me to website operated by Vantage Global Prime LLP regulated by the FCA in the United Kingdom

SEARCH

  • SEMUA
    Perdagangan
    Platform
    Akademi
    Analisis
    Promosi
    Tentang
  • Permintaan pencarian terlalu pendek. Harap masukkan kata atau frasa lengkap.
  • Search

Keywords

  • Forex Trading
  • Vantage Rewards
  • Spreads
Language
close
Slippage dalam Trading: Penyebab, Jenis & Cara Menguranginya

Slippage dalam Trading: Penyebab, Jenis & Cara Menguranginya

Vantage Updated Wed, 2026 August 12 08:12

Saat membuka posisi trading, harga yang terlihat di platform tidak selalu sama dengan harga saat order benar-benar dieksekusi. Perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi aktual ini disebut slippage.

Slippage adalah kondisi ketika order tereksekusi pada harga yang berbeda dari harga yang diminta. Hal ini sering terjadi ketika pasar bergerak sangat cepat, seperti saat rilis data ekonomi penting, keputusan suku bunga bank sentral, atau ketika likuiditas pasar sedang rendah.

Sebagai contoh, Anda ingin membeli aset pada harga 100.00, tetapi ketika order diproses harga sudah bergerak menjadi 100.05. Selisih tersebut merupakan bentuk slippage. Slippage dapat berdampak negatif jika Anda mendapatkan harga yang kurang menguntungkan, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat memberikan harga eksekusi yang lebih baik.

Dalam slippage dalam trading, faktor seperti volatilitas, likuiditas, jenis order, dan kecepatan eksekusi dapat memengaruhi seberapa besar perbedaan harga yang terjadi. Karena itu, memahami apa itu slippage dalam forex maupun instrumen CFD lainnya penting agar trader dapat memperhitungkan biaya dan risiko transaksi dengan lebih baik.

Artikel ini akan membahas arti slippage, penyebab terjadinya, perbedaan slippage positif dan negatif, serta langkah-langkah yang dapat membantu mengurangi dampaknya saat trading.

Poin-Poin Utama

  • Slippage adalah perbedaan antara harga yang diminta saat membuka atau menutup posisi dengan harga aktual ketika order dieksekusi. Slippage dapat bersifat negatif (harga lebih buruk dari perkiraan) atau positif (harga lebih menguntungkan).
  • Slippage forex dan instrumen trading lainnya paling sering terjadi saat volatilitas tinggi atau likuiditas rendah. Kondisi seperti rilis berita ekonomi besar, perubahan suku bunga, atau pasar yang sepi dapat membuat harga bergerak cepat sebelum order selesai diproses.
  • Slippage tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi dampaknya dapat dikurangi. Penggunaan limit order, memilih waktu trading dengan likuiditas lebih tinggi, memahami jenis eksekusi broker, dan menggunakan platform dengan eksekusi yang baik dapat membantu mengelola risiko slippage.

Apa Itu Slippage dalam Trading?

Slippage adalah perbedaan antara harga yang diharapkan saat trader menempatkan order dan harga aktual ketika order tersebut berhasil dieksekusi. Dengan kata lain, harga yang terlihat saat menekan tombol buy atau sell tidak selalu sama dengan harga akhir yang didapatkan.

Slippage terjadi karena harga pasar dapat berubah dengan cepat dalam waktu singkat antara pengiriman order dan proses eksekusi. Selain pergerakan harga, keterbatasan likuiditas pada harga tertentu juga dapat menyebabkan order tereksekusi pada level harga yang berbeda.

Dalam kondisi normal, slippage biasanya berukuran kecil. Pasar forex menjadi salah satu contoh pasar dengan likuiditas tinggi. Menurut Bank for International Settlements (BIS), rata-rata volume transaksi harian pasar valuta asing mencapai USD 9,6 triliun pada April 2025, meningkat 28% dibandingkan tiga tahun sebelumnya [1]. Likuiditas yang tinggi membuat order pada pasangan mata uang utama umumnya dapat dieksekusi lebih dekat dengan harga yang tersedia di pasar.

Namun, kondisi dapat berubah ketika pasar bergerak sangat cepat atau likuiditas berkurang. Misalnya, saat rilis data ekonomi penting, pengumuman suku bunga, atau periode perdagangan yang lebih sepi. Dalam situasi seperti ini, harga dapat berubah sebelum order selesai diproses sehingga terjadi slippage yang lebih besar.

Slippage juga dapat terjadi ketika ukuran order lebih besar dibandingkan likuiditas yang tersedia pada harga tertentu. Sebagian order mungkin dieksekusi pada harga awal, sedangkan sisa order dapat diteruskan ke level harga berikutnya yang tersedia.

Trader ritel sering mendapatkan eksposur terhadap pasar melalui CFD, yaitu instrumen yang memungkinkan trader berspekulasi terhadap pergerakan harga tanpa memiliki aset dasarnya. Karena harga CFD mengikuti pasar acuan, faktor seperti volatilitas, likuiditas, dan proses eksekusi juga dapat memengaruhi terjadinya slippage.

Penting untuk dipahami bahwa slippage bukan selalu tanda adanya masalah pada platform atau broker. Slippage merupakan bagian dari mekanisme pasar yang terjadi karena harga dan likuiditas dapat berubah secara real time. Yang perlu diperhatikan trader adalah memahami kapan slippage lebih mungkin terjadi dan bagaimana mengelola dampaknya.

Slippage Positif vs Negatif

Slippage dalam trading tidak selalu berarti sesuatu yang buruk. Slippage hanya menunjukkan adanya perbedaan antara harga yang diharapkan saat order dibuat dan harga aktual ketika order dieksekusi.

Perbedaan harga ini dapat bergerak ke dua arah:

  • Slippage negatif: trader mendapatkan harga yang kurang menguntungkan dari perkiraan.
  • Slippage positif: trader mendapatkan harga yang lebih baik dari perkiraan.

Arah dan besarnya slippage bergantung pada kondisi pasar, kecepatan pergerakan harga, likuiditas yang tersedia, serta jenis order yang digunakan.

Slippage Negatif

Slippage negatif terjadi ketika order tereksekusi pada harga yang lebih buruk dibandingkan harga yang diminta.

Contohnya, Anda memasang market order untuk membeli CFD EUR/USD pada harga 1.1000. Namun, karena harga bergerak cepat sebelum order selesai diproses, posisi Anda akhirnya terbuka pada harga 1.1010.

Selisih 10 pip tersebut merupakan slippage negatif. Pada posisi 1 lot standar (100.000 unit), dengan nilai pip sekitar USD 10, perbedaan ini dapat menambah biaya transaksi sekitar USD 100.

Hal yang sama dapat terjadi pada instrumen lain. Misalnya, Anda ingin membeli CFD emas pada harga USD 2.400, tetapi order tereksekusi pada USD 2.405. Perbedaan USD 5 per unit tersebut dapat meningkatkan biaya masuk posisi, terutama jika terjadi pada ukuran transaksi yang besar atau berulang kali.

Slippage negatif lebih sering terjadi ketika:

  • pasar bergerak sangat cepat;
  • terjadi rilis berita penting;
  • likuiditas berkurang;
  • ukuran order lebih besar dibandingkan volume yang tersedia pada harga tertentu

Apa Itu Slippage Positif?

Slippage positif terjadi ketika order tereksekusi pada harga yang lebih baik dibandingkan harga yang diminta.

Sebagai contoh:

  • Anda menempatkan order beli EUR/USD pada 1.1000, tetapi order berhasil dieksekusi pada 1.0990.
  • Anda menempatkan order jual pada 1.1000, tetapi order berhasil dieksekusi pada 1.1005.

Dalam kedua kondisi tersebut, trader mendapatkan harga yang lebih menguntungkan dari perkiraan awal.

Slippage positif dapat terjadi ketika harga bergerak sesuai arah yang menguntungkan trader sebelum order selesai dieksekusi. Namun, kondisi ini tidak dapat diprediksi atau dijadikan strategi trading.

Setiap broker dapat memiliki kebijakan berbeda terkait bagaimana slippage positif diproses. Karena itu, trader perlu memahami model eksekusi broker dan bagaimana mereka menangani perubahan harga saat order berlangsung.

Jenis SlippagePerbandingan Harga Eksekusi dengan Permintaan AndaDampak pada Transaksi
Slippage negatifLebih buruk dari harga yang dimintaMenambah biaya atau memperbesar kerugian
Slippage positifLebih baik dari harga yang dimintaMengurangi biaya atau memperbaiki entry/exit
Tidak ada slippageSesuai dengan harga yang dimintaOrder tereksekusi persis sesuai harapan
Tabel 1: Tiga kemungkinan hasil slippage pada order yang tereksekusi

Penyebab Slippage dalam Pasar Keuangan

Slippage dalam trading terjadi karena dua faktor utama: pergerakan harga yang cepat dan ketersediaan likuiditas pada harga tertentu. Ketika pasar berubah lebih cepat dibandingkan proses eksekusi order, atau ketika jumlah pembeli dan penjual tidak cukup untuk menyerap order pada harga yang diinginkan, order dapat tereksekusi pada harga yang berbeda.

Secara umum, ada tiga penyebab utama slippage yang perlu dipahami trader:

1. Volatilitas Pasar yang Tinggi

Volatilitas tinggi adalah salah satu penyebab paling umum terjadinya slippage. Ketika harga bergerak tajam dalam waktu singkat, harga yang tersedia saat order dibuat dapat berubah sebelum transaksi selesai dieksekusi.

Kondisi ini sering terjadi saat ada peristiwa yang dapat menggerakkan pasar secara besar, seperti rilis data ekonomi penting, keputusan suku bunga bank sentral, laporan ekonomi, atau kejadian geopolitik yang tidak terduga.

Salah satu contoh ekstrem terjadi pada 15 Januari 2015, ketika Swiss National Bank secara mengejutkan menghapus batas atas nilai tukar 1.20 franc per euro. Dalam hitungan menit, franc Swiss melonjak sekitar 30% terhadap euro dan sempat bergerak melewati level paritas sebelum stabil sekitar 13% lebih tinggi [3].

Pergerakan ekstrem seperti ini menyebabkan harga bergerak terlalu cepat sehingga banyak order tidak dapat dieksekusi pada level yang diharapkan. Meskipun sebagian besar kondisi pasar tidak se-ekstrem ini, mekanisme terjadinya slippage tetap sama: harga berubah sebelum order selesai diproses.

2. Likuiditas Pasar yang Rendah

Likuiditas menunjukkan seberapa mudah sebuah aset dapat dibeli atau dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang besar.

Ketika likuiditas rendah, jumlah order yang tersedia pada harga tertentu menjadi lebih sedikit. Jika ukuran order lebih besar daripada likuiditas yang tersedia, order dapat diteruskan ke harga berikutnya yang tersedia sehingga menyebabkan slippage.

Likuiditas biasanya lebih rendah pada kondisi tertentu, seperti:

  • di luar jam trading utama;
  • periode transisi antar sesi pasar;
  • instrumen yang jarang diperdagangkan;
  • pasangan mata uang eksotis;
  • saham dengan kapitalisasi kecil atau volume rendah.

Sebagai contoh, sesi trading forex yang lebih sepi dapat memiliki likuiditas lebih rendah dibandingkan periode ketika pasar besar seperti London dan New York sedang aktif.

Dengan memahami kondisi likuiditas, trader dapat mempertimbangkan waktu trading, ukuran posisi, dan jenis order yang digunakan untuk mengurangi potensi slippage.

3. Kecepatan Eksekusi dan Infrastruktur Trading

Selain kondisi pasar, kecepatan proses eksekusi juga dapat memengaruhi kemungkinan terjadinya slippage. Bahkan perbedaan waktu yang sangat kecil antara pengiriman order dan eksekusi dapat membuat harga berubah, terutama ketika pasar bergerak cepat.

Faktor yang dapat memengaruhi kecepatan eksekusi meliputi:

  • koneksi internet dan latensi jaringan;
  • teknologi platform trading;
  • jalur order ke penyedia likuiditas;
  • lokasi server trading.

Infrastruktur dengan latensi rendah dan trading server yang ditempatkan dekat dengan pusat likuiditas utama dapat membantu mengurangi waktu pemrosesan order.

Namun, penting dipahami bahwa teknologi yang lebih cepat tidak dapat menghilangkan slippage sepenuhnya. Selama harga pasar terus bergerak dan likuiditas berubah secara real time, perbedaan antara harga yang diminta dan harga eksekusi tetap dapat terjadi.

Perbedaan Slippage vs Spread

Spread dan slippage sama-sama dapat memengaruhi biaya transaksi, tetapi keduanya terjadi pada tahap yang berbeda.

Spread adalah selisih antara harga bid (harga jual) dan ask (harga beli) yang tersedia di pasar pada saat tertentu. Spread biasanya dapat dilihat sebelum membuka posisi dan menjadi salah satu biaya yang langsung diperhitungkan ketika trader melakukan transaksi.

Sementara itu, slippage adalah perbedaan antara harga yang diharapkan saat order dibuat dan harga aktual ketika order berhasil dieksekusi. Slippage terjadi setelah order dikirim, biasanya karena harga bergerak cepat atau likuiditas pasar berubah sebelum transaksi selesai.

Berikut perbedaan sederhananya.

FaktorSpreadSlippage
DefinisiSelisih antara harga bid dan askPerbedaan antara harga yang diminta dan harga eksekusi aktual
Kapan terjadiSaat membuka atau menutup posisiSaat order sedang diproses dan harga berubah
Penyebab utamaKondisi pasar, likuiditas, dan kebijakan brokerVolatilitas, likuiditas rendah, dan kecepatan eksekusi
Bisa positif?Tidak, spread selalu menjadi biaya transaksiYa, slippage dapat negatif atau positif
Tabel 2: Perbedaan singkat spread vs slippage

Dalam satu transaksi, trader dapat mengalami spread dan slippage sekaligus. Contohnya, Anda membayar spread ketika membuka posisi, lalu mengalami slippage negatif jika harga bergerak berlawanan sebelum order selesai dieksekusi.

Memahami perbedaan keduanya membantu trader mengevaluasi biaya trading dengan lebih akurat. Spread yang lebar dapat meningkatkan biaya awal transaksi, sedangkan slippage yang sering terjadi dapat memengaruhi harga masuk atau keluar dari posisi.

Jika selisih antara harga yang diminta dan harga eksekusi terjadi secara konsisten di luar kondisi pasar normal, trader dapat mengevaluasi kembali faktor seperti jenis order, waktu trading, likuiditas instrumen, dan kualitas eksekusi.

Bagaimana Broker CFD Membantu Mengelola Slippage?

Slippage merupakan bagian dari proses eksekusi di pasar yang bergerak secara real time sehingga tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, kualitas infrastruktur, akses likuiditas, dan fitur manajemen risiko yang disediakan broker dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya slippage yang besar.

Tiga faktor utama yang dapat memengaruhi kualitas eksekusi adalah sebagai berikut.

1. Kecepatan Eksekusi Order

Ketika pasar bergerak cepat, bahkan perbedaan waktu yang sangat kecil dapat menyebabkan perubahan harga sebelum order selesai dieksekusi. Karena itu, broker CFD biasanya berinvestasi pada infrastruktur yang mendukung eksekusi cepat dan latensi rendah, seperti server berperforma tinggi, jaringan yang optimal, dan koneksi ke penyedia likuiditas.

Di Vantage, trading server aktif ditempatkan di pusat keuangan utama termasuk London dan New York, dengan konektivitas fiber-optik melalui Equinix untuk membantu mendukung eksekusi dengan latensi rendah.

Vantage juga menggunakan oneZero™ MT4 Bridge, sebuah agregator harga yang menghubungkan order klien dengan pool likuiditas serta membantu menangani volume transaksi besar dengan efisien. Jika terjadi slippage positif maupun negatif, Vantage meneruskannya langsung kepada klien sesuai kondisi eksekusi yang terjadi.

2. Akses ke Pool Likuiditas yang Lebih Dalam

Likuiditas yang tersedia pada suatu instrumen dapat memengaruhi seberapa dekat order dieksekusi dengan harga yang terlihat.

Broker dengan akses ke berbagai sumber likuiditas, seperti bank Tier 1 dan penyedia likuiditas non-bank, dapat menggabungkan berbagai kuotasi harga untuk membantu menyediakan kondisi eksekusi yang lebih kompetitif.

Likuiditas yang lebih dalam berarti tersedia lebih banyak harga di berbagai level sehingga order memiliki peluang lebih besar untuk dieksekusi mendekati harga yang tersedia di pasar. Namun, ketika pasar bergerak sangat cepat atau likuiditas berkurang, slippage tetap dapat terjadi.

3. Alat Manajemen Risiko

Selain kualitas eksekusi, beberapa broker menyediakan fitur yang membantu trader mengelola risiko ketika kondisi pasar tidak stabil.

Contohnya adalah Guaranteed Stop Loss Order (GSLO), yang dirancang untuk menutup posisi pada level harga yang telah ditentukan meskipun terjadi gap harga. Fitur ini biasanya memiliki biaya tambahan atau premi tertentu, dan ketersediaannya dapat berbeda tergantung broker serta instrumen yang diperdagangkan.

Trader juga dapat menggunakan jenis order tertentu, seperti limit order, untuk memiliki kontrol lebih besar terhadap harga eksekusi yang diinginkan. Namun, setiap jenis order memiliki karakteristik berbeda. Misalnya, limit order dapat membantu mengontrol harga tetapi tidak selalu menjamin order akan tereksekusi.

Tidak ada teknologi atau fitur yang dapat menghilangkan seluruh risiko slippage. Broker dapat membantu menyediakan infrastruktur dan alat yang lebih baik, tetapi trader tetap perlu mempertimbangkan faktor seperti waktu trading, volatilitas pasar, jenis order, dan ukuran posisi ketika mengelola risiko eksekusi.

Cara Mengurangi Slippage dalam Trading

Slippage tidak dapat dihilangkan sepenuhnya karena harga pasar terus bergerak secara real time. Namun, trader dapat mengambil beberapa langkah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya slippage dan mengelola dampaknya terhadap hasil transaksi.

Beberapa pendekatan yang umum digunakan meliputi pemilihan jenis order yang tepat, memahami kondisi pasar, serta memperhatikan waktu eksekusi.

1. Gunakan Limit Order

Limit order memungkinkan trader menentukan harga maksimum untuk membeli atau harga minimum untuk menjual. Order hanya akan dieksekusi jika pasar mencapai harga tersebut atau memberikan harga yang lebih baik.

Keuntungan utama limit order adalah membantu mengontrol harga eksekusi dan mengurangi risiko mendapatkan harga yang tidak sesuai akibat pergerakan pasar yang cepat.

Namun, ada trade-off yang perlu dipahami: limit order tidak menjamin order akan tereksekusi. Jika harga pasar tidak pernah mencapai level yang ditentukan, posisi tidak akan terbuka atau tertutup.

Dengan kata lain:

  • Market order: lebih mengutamakan kepastian eksekusi.
  • Limit order: lebih mengutamakan kontrol harga.

2. Atur Toleransi Slippage

Beberapa platform trading menyediakan pengaturan toleransi slippage atau maximum deviation, yaitu batas perubahan harga yang masih dapat diterima sebelum order ditolak.

Contohnya, jika Anda menetapkan batas slippage tertentu dan harga bergerak melewati batas tersebut sebelum order dieksekusi, transaksi dapat dibatalkan daripada dilakukan pada harga yang jauh berbeda.

Namun, pengaturan ini memiliki konsekuensi:

  • Toleransi lebih kecil: membantu membatasi slippage negatif, tetapi meningkatkan kemungkinan order gagal dieksekusi.
  • Toleransi lebih besar: meningkatkan peluang order berhasil, tetapi memungkinkan perbedaan harga yang lebih besar.

Pilihan yang tepat bergantung pada strategi, instrumen, dan kondisi pasar yang digunakan.

3. Berhati-hati dalam Menggunakan Stop Order

Stop order, termasuk stop-loss, dirancang untuk membantu membatasi kerugian atau masuk ke pasar ketika harga mencapai level tertentu.

Namun, ketika harga pemicu (trigger price) tercapai, stop order biasanya berubah menjadi market order. Dalam kondisi pasar normal, eksekusi mungkin terjadi dekat dengan level stop. Tetapi saat volatilitas tinggi atau terjadi gap harga, harga eksekusi dapat berbeda dari level yang telah ditentukan.

Untuk mengurangi risiko slippage pada stop order:

  • pertimbangkan volatilitas instrumen;
  • hindari menempatkan stop terlalu dekat dengan harga saat ini tanpa memperhitungkan pergerakan normal pasar;
  • pahami likuiditas aset yang diperdagangkan.

4. Hindari Periode dengan Volatilitas Ekstrem

Slippage lebih sering terjadi ketika harga bergerak sangat cepat. Karena itu, trader perlu memperhatikan waktu-waktu dengan potensi volatilitas tinggi, seperti:

  • rilis data ekonomi penting;
  • keputusan suku bunga bank sentral;
  • laporan ekonomi utama;
  • berita geopolitik yang tidak terduga.

Menggunakan kalender ekonomi dapat membantu trader mengetahui jadwal peristiwa yang berpotensi menyebabkan pergerakan harga besar.

Jenis OrderCara KerjaPotensi Slippage
Market OrderDieksekusi pada harga terbaik yang tersedia saat order diprosesPaling rentan terhadap slippage karena menerima harga pasar yang tersedia
Limit OrderHanya dieksekusi pada harga yang ditentukan atau harga yang lebih baikTidak mengalami slippage harga, tetapi order dapat tidak tereksekusi jika harga tidak tercapai
Stop OrderMenjadi market order setelah harga pemicu tercapaiDapat mengalami slippage, terutama saat volatilitas tinggi atau terjadi gap harga
Guaranteed Stop Loss Order (GSLO)Menutup posisi tepat pada level stop yang telah ditentukanMengurangi risiko slippage pada stop, tetapi biasanya memiliki biaya atau premi tambahan
Tabel 3: Perilaku jenis-jenis order umum ketika pasar bergerak melawan eksekusi

Slippage Perlu Dipahami dan Dikelola, Bukan Dihilangkan

Slippage dalam trading merupakan bagian dari mekanisme pasar yang bergerak secara real time, bukan sesuatu yang sepenuhnya dapat dihindari. Perubahan harga, likuiditas, dan kecepatan eksekusi dapat menyebabkan harga aktual berbeda dari harga yang diharapkan saat order dibuat.

Slippage dapat memberikan hasil yang kurang menguntungkan maupun menguntungkan bagi trader. Karena itu, fokus utama bukan menghilangkan slippage, melainkan memahami kapan slippage lebih mungkin terjadi dan bagaimana mengelola dampaknya melalui pemilihan jenis order, waktu transaksi, ukuran posisi, serta kualitas eksekusi.

Hal ini menjadi semakin penting karena CFD merupakan produk dengan risiko tinggi. Analisis regulator Uni Eropa terkait intervensi produk ESMA pada 2018 menunjukkan bahwa sekitar 74% hingga 89% akun CFD ritel mengalami kerugian [2]. Slippage hanyalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi hasil trading, bersama dengan leverage, volatilitas pasar, biaya transaksi, dan manajemen risiko.

Dengan memahami cara kerja slippage serta menerapkan manajemen risiko yang tepat, trader dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan mengelola potensi dampak biaya eksekusi secara lebih baik.

Trader yang ingin mencoba kondisi trading nyata dapat menjelajahi fitur eksekusi Vantage melalui live account, atau mempelajari cara kerja order dan slippage terlebih dahulu melalui demo account tanpa menggunakan dana sungguhan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah Slippage Terjadi di Semua Pasar?

Ya. Slippage dapat terjadi di berbagai pasar, termasuk forex, CFD saham, indeks, dan komoditas. Slippage biasanya lebih kecil pada pasar dengan likuiditas tinggi dan volume perdagangan besar karena tersedia lebih banyak harga untuk mengeksekusi order.

Sebaliknya, slippage cenderung lebih besar ketika pasar bergerak cepat, likuiditas rendah, atau instrumen memiliki volume perdagangan yang terbatas. Karena itu, order yang sama dapat mengalami tingkat slippage berbeda tergantung instrumen, waktu transaksi, dan kondisi pasar.

Apa Penyebab Slippage dalam Trading Forex?

Dalam forex, slippage biasanya terjadi ketika harga berubah antara saat trader mengirim order dan saat order tersebut dieksekusi. Kondisi ini sering muncul saat volatilitas meningkat, seperti ketika rilis data ekonomi penting, keputusan suku bunga bank sentral, atau berita yang berdampak besar terhadap pasar.

Selain volatilitas, likuiditas juga berperan. Pada periode pasar yang lebih sepi, jumlah harga yang tersedia dapat berkurang sehingga peluang terjadinya perbedaan antara harga yang diminta dan harga eksekusi menjadi lebih besar.

Berapa Besar Slippage yang Dianggap Normal?

Tidak ada ukuran pasti untuk menentukan apakah suatu slippage dianggap normal atau tidak. Dalam kondisi pasar yang stabil dan likuid, slippage sering kali sangat kecil atau bahkan tidak terasa. Namun, saat pasar bergerak cepat, slippage dapat menjadi lebih besar.

Cara terbaik untuk menilainya adalah dengan melihat riwayat transaksi Anda sendiri. Membandingkan harga yang diminta dengan harga eksekusi aktual dari banyak transaksi dapat membantu memahami pola slippage pada instrumen dan waktu trading tertentu.

Apakah Slippage Positif Merupakan Hal yang Menguntungkan?

Ya. Slippage positif terjadi ketika order dieksekusi pada harga yang lebih baik dibandingkan harga yang diminta.

Contohnya, order beli yang diharapkan masuk di harga 1.1000 tetapi berhasil dieksekusi di 1.0990 memberikan entry yang lebih menguntungkan bagi trader. Namun, slippage positif tidak dapat diprediksi atau dijadikan strategi karena bergantung pada kondisi pasar saat order diproses.

Apakah Broker dengan Eksekusi Cepat Bisa Menghilangkan Slippage Sepenuhnya?

Tidak. Tidak ada broker yang dapat menghilangkan slippage sepenuhnya karena harga pasar terus berubah secara real time.

Namun, infrastruktur dengan latensi rendah, koneksi ke penyedia likuiditas, dan proses eksekusi yang cepat dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya slippage besar. Kualitas eksekusi dapat menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih broker.

Bagaimana Cara Mengurangi Slippage Saat Pasar Bergerak Cepat?

Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi dampak slippage antara lain menggunakan limit order, mengatur toleransi slippage jika tersedia, serta menghindari membuka posisi tepat saat rilis berita berdampak tinggi.

Trader juga dapat mempertimbangkan faktor lain seperti memilih instrumen yang lebih likuid, menyesuaikan ukuran posisi, dan memahami kondisi pasar sebelum melakukan transaksi.

Bagaimana Cara Mengukur Dampak Slippage pada Transaksi Saya?

Dampak slippage dapat diukur dengan membandingkan harga yang diminta saat membuat order dengan harga aktual ketika order dieksekusi.

Dengan meninjau riwayat transaksi secara berkala, trader dapat melihat apakah slippage sering terjadi, seberapa besar perbedaannya, dan apakah faktor seperti waktu trading atau jenis order tertentu memengaruhi hasil eksekusi.

PERINGATAN RISIKO: CFD adalah instrumen keuangan yang kompleks dan memiliki risiko tinggi mengalami kerugian secara cepat karena penggunaan leverage. Anda harus memastikan bahwa Anda benar-benar memahami risiko yang terlibat dan mempertimbangkan dengan saksama apakah Anda mampu menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda sebelum melakukan trading.

Disclaimer: Informasi ini disediakan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak memperhitungkan tujuan pribadi, kondisi keuangan, atau kebutuhan Anda. Informasi ini bukan merupakan saran investasi. Kami menganjurkan Anda untuk mencari saran independen jika diperlukan. Informasi ini tidak disusun sesuai dengan persyaratan hukum yang dirancang untuk mendorong independensi riset investasi. Tidak ada pernyataan atau jaminan yang diberikan atas keakuratan atau kelengkapan informasi apa pun yang terkandung di dalamnya. Materi ini mungkin berisi angka kinerja historis atau masa lalu dan tidak boleh dijadikan acuan. Selain itu, estimasi, pernyataan berwawasan ke depan, dan perkiraan tidak dapat dijamin. Informasi di situs ini serta produk dan layanan yang ditawarkan tidak ditujukan untuk didistribusikan kepada siapa pun di negara atau yurisdiksi mana pun di mana distribusi atau penggunaan tersebut bertentangan dengan hukum atau regulasi setempat.

Referensi

  1. “Global FX trading hits $9.6 trillion per day in April 2025: Triennial Survey – BIS” https://www.bis.org/press/p250930.htm Diakses 16 Juli 2026
  2.  “ESMA agrees to prohibit binary options and restrict CFDs to protect retail investors – ESMA” https://www.esma.europa.eu/press-news/esma-news/esma-agrees-prohibit-binary-options-and-restrict-cfds-protect-retail-investors Diakses 16 Juli 2026
  3. “Swiss franc soars, stocks tank as euro peg scrapped – CNBC” https://www.cnbc.com/2015/01/15/swiss-franc-sours-stocks-tank-as-euro-peg-scrapped.html Diakses 16 Juli 2026
  • vantage academy open account

    Buka akun perdagangan

    Temukan kemungkinan perdagangan tanpa akhir dengan platform mutakhir kami, yang dirancang untuk memberdayakan pemula maupun pedagang berpengalaman. Rasakan perdagangan pasar bebas risiko dengan akun demo hari ini.

  • vantage academy app

    Unduh Aplikasi Vantage

    Perdagangkan saat bepergian dengan aplikasi perdagangan all-in-one, di mana eksekusi yang lancar dan akses pasar bersatu di telapak tangan Anda.

  • vantage academy start trading

    Mulai perdagangan

    Apakah Anda pengguna yang sudah ada? Masuk ke akun Anda untuk mulai memperdagangkan 1.000+ produk termasuk forex, indeks, emas, saham dan banyak lagi.